Groundwork Analysis (GWA)

Dates
-
Theme
Region & Country
Status
Completed
Duration
2 months 1 week

CSF INDONESIA MERESMIKAN PROGRAM FELLOWSHIP

GROUNDWORK ANALYSIS 716 & 717 

Di tahun 2020, CSF Indonesia telah meluncurkan program fellowship “Groundwork Analysis (GWA)” yang kedua, pada Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 716 & 717. Melalui proses seleksi yang ketat, CSF Indonesia akhirnya mengumumkan 8 konsorsium yang terpilih untuk menjadi bagian dari program fellowship ini:

Berikut 8 konsorsium yang terpilih untuk program fellowship GWA WPP 716 & 717:

1. Omega Raya Simarangkir, Ricky, Nani, & Pratita Budi Utami.

“Ekonomi Wisata Bahari Berbasis Protokol CHSE sebagai Responsif Covid-19 (Studi Kasus: Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur).”
Lokasi: Pulau Derawan, Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

2. Daisy Monica Makapedua, Agus Setiyawan, Roike Iwan Montolalu, Debriga Putra, & Yanwar Amri Yasman.

“Bioeconomic Model for Small Pelagic Fishery in Fisheries Management Area (FMA 716) including Sulawesi Waters and North Halmahera.”
Lokasi: Provinsi Sulawesi Utara.

3. Nurhani Widiasuti, Fanny F.C. Simatauw, Feronika Manohas, & Jusup Adrian Jentewo.

“Kajian Performa Pengelolaan Perikanan Karang pada Wilayah SASI Kampung MENARBU dan AURI Taman Nasional Teluk Cendrawasih dengan Pendekatan Ecosystem Approach to Fishery Management (EAFM).”
Lokasi: Provinsi Papua Barat.

4. Roni Bawole, Selvi Tebay, Ridwan Sala, Dedi Ariana, & La Ode Alisyah.

“Memposisikan Nelayan Asli Orang Papua dalam Perikanan Skala Kecil di Kabupaten Manokwari: Kajian Aspek Sosial, Budaya, & Ekonomi untuk Perumusan Kebijakan Perikanan Tangkap.”
Lokasi: Provinsi Papua Barat.

5. Alimudin Laapo, Dietrich G. Bengen, & Reagan Hubert Gorbachev Rumambi.

“Optimalisasi Kinerja Usaha Perikanan Tangkap dan Penataan Sistem Rantai Pasok Produk Perikanan pada Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah.” 
Lokasi: Provinsi Sulawesi Tengah

6. Nurul Auliyah, Faizal Rumagia, & Adil Sinohaji.

“Studi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) di Kabupaten Gorontalo Utara Menggunakan Pendekatan Bioekonomi.”
Lokasi: Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

7. Alfiani Eliata Sallata, Akhmad Solihin, Yudi Wahyudin, & Alismi M. Salanggon.

Sebagai bagian dari rangkaian program fellowship GWA WPP 716 & 717, CSF Indonesia juga telah memberikan 5 hari pelatihan intensif dengan konsorsium terpilih.  Program GWA WPP 716 & 717 ini akan berjalan dengan rangkaian pelatihan dan sesi mentoring yang disesuaikan dengan topik penelitian selama periode berlangsung.

-------- 

WPP 716 & 717

Program Ground Work Analysis (GWA) 2020 merupakan program kerjasama antara Conservation Strategy Fund (CSF) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University dalam upaya mendukung keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di Indonesia. Program ini juga merupakan dukungan CSF dan FPIK IPB kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahun 2018 lalu, program kerjasama ini diawali dengan memberikan pelatihan tentang penggunaan perangkat analisis ekonomi untuk kebijakan perikanan dan kelautan dimana dalam masa pelatihan ide GWA ini disampaikan kepada para peserta training yang terdiri dari unsur akademisi, para pembuat kebijakan di daerah (DKP dan Bappeda) dan organisasi masyarakat sipil. Kemudian Call for Proposal dibuka untuk memulai seleksi dan akhirnya memberikan dukungan pendanaan riset dan mentorship dengan fokus area penelitian di WPP 711. Saat ini, CSF dan FPIK IPB menawarkan kembali program pelatihan dan dukungan pendanaan riset tersebut dengan fokus spesifik area di WPP 716 dan 717.

KETENTUAN DAN KRITERIA PROPOSAL

1. Program GWA 2020 dikhususkan untuk konsorsium yang beranggotakan akademisi kampus/universitas, aparatur dari institusi perumus kebijakan seperti Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi, maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait. 

2. Lokasi spesifik penelitian dikhususkan untuk WPP 716 yang meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera, dan WPP 717 yang meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik. Dengan area yurisdiksi sebagai berikut:

    1. WPP 716 meliputi wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

    2. WPP 717 meliputi wilayah Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara.

    3. Anggota konsorsium adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 


TOPIK PENELITIAN

Topik penelitian yang diangkat harus memiliki fokus pada penggunaan analisis ekonomi sebagai metode analisis pada aspek pengelolaan perikanan dan konservasi laut di WPP 716 atau 717. Beberapa pilihan analisis yang dapat digunakan diantaranya analisis dampak, analisis biaya-manfaat, valuasi ekonomi, analisis rantai nilai dan pasok, serta beberapa pilihan analisis ekonomi lainnya.

Prioritas akan diberikan pada konsorsium yang memiliki topik penelitian terkait dengan kebijakan publik di tingkat WPP atau provinsi dalam WPP dan/atau terkait dengan penelitian yang sekarang sedang berjalan (misalnya, tesis/disertasi).

Topik-topik riset harus disesuaikan dengan kebutuhan Pengelolaan Sumber daya Kelautan dan Perikanan di masing-masing WPP wilayah kerja yaitu WPP 716 atau WPP 717. Beberapa pilihan topik yang sesuai, tapi tidak terbatas pada hal ini saja, antara lain:
· Analisa Ekonomi Nelayan dan Perikanan Skala Kecil.
· Analisa Ekonomi Program Traceability pada produk perikanan
· Analisa Ekonomi dari Polusi Laut dan Plastic
· Analisa Ekonomi Marine Protected Areas
· Analisa Ekonomi dan pemulihan sektor Kelautan dan Perikanan dari COVID 19.
Di dalam proposal perlu dijelaskan mengenai alasan  mengangkat topik tersebut dan relevansinya di bagian 'Latar Belakang, Masalah Penelitian, dan Tujuan' di dalam isian formulir proposal penelitian.

PEMBIAYAAN

Proposal yang terpilih  akan didanai maksimum hingga Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Jumlah ini dapat digunakan untuk membiayai kegiatan kerja lapangan, analisis dan pengumpulan data, biaya perjalanan terkait dengan analisis, pelatihan, workshop atau kegiatan serupa, serta honorarium untuk para peneliti (maksimal 25% dari total anggaran). Pelamar didorong untuk mencari sumber pembiayaan tambahan untuk melengkapi dana hibah penelitian ini.

SELEKSI

Proses seleksi memprioritaskan proposal yang menunjukkan pemahaman yang kuat tentang permasalahan yang akan ditangani, dan pengetahuan teknis tentang pendekatan ekonomi yang akan digunakan. Komposisi tim dan kemampuan untuk menyediakan dana penelitian tambahan juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi. Proposal perlu menjelaskan struktur biaya efektif dalam mencapai tujuan dan ruang lingkup penelitian. Bobot seleksi penilaian adalah sebagai berikut: 

Kriteria penilaian

Bobot penilaian

Pemahaman teknis

65%

Komposisi tim

25%

Co-financing

10%

MENTORING

CSF dan FPIK-IPB akan memberikan dukungan teknis berupa mentoring dalam pelaksanaan penelitian hingga selesai. Para mentor dipilih berdasarkan pengalaman yang luas dan pemahaman mendalam tentang konteks topik penelitian yang diangkat.

DEADLINE DAN TANGGAL PENTING

Proposal penelitian dikirimkan paling lambat 15 September 2020 pukul 17.00 WIB.

Call for proposal

21 Agustus 2020

Deadline pengiriman proposal

25 September 2020

Proses seleksi proposal*

19 – 25 September 2020

Presentasi proposal yang masuk ke dalam seleksi selanjutnya

5 - 6 Oktober 2020

Pengumuman proposal terpilih

7 Oktober 2020

Penelitian dimulai

Oktober 2020

*Catatan: Akan ada dua tahap seleksi pada periode 16 -25 September 2020. Proposal terpilih yang memerlukan revisi lebih lanjut akan diinformasikan oleh tim seleksi.

Para pelamar yang tertarik mengikuti program ini dapat mengunduh formulir proposal penelitian di link berikut: https://bit.ly/FormGWA2020 dan mengirimkannya ke [email protected] sebelum tenggat waktu berakhir.

Proposal dapat ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Pelamar juga harus melampirkan dokumen-dokumen berikut: CV (maksimal 1 halaman) untuk masing-masing anggota tim peneliti/konsorsium.

Surat dukungan kegiatan riset dari lembaga terkait misalnya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi atau Bappeda Provinsi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Konsorsium tim peneliti yang terpilih akan diundang untuk mengikuti Pelatihan Ekonomi untuk Konservasi Kelautan dan Pembangunan Berkelanjutan CSF yang direncanakan pada bulan Oktober 200 secara virtual (online). Untuk informasi lebih lanut dapat menghubungi panitia seleksi di email: [email protected]
 

PENGUMUMAN PROPOSAL YANG LOLOS TAHAP SELEKSI - PRESENTAS

Call for Proposals

Tingginya antusiasme dari para rekan peneliti dari kalangan akademisi, institusi pemerintah, kelompok sosial masyarakat (CSOs), dan organisasi lainnya menjadi tolak ukur keinginan untuk bisa memberikan kontribusi dalam perkembangan pengelolaan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 716 & 717.

Setelah melalui tahap seleksi yang kompetitif dan sangat ketat, para panelis (panitia seleksi) telah meloloskan 15 konsorsium untuk memasuki tahap seleksi selanjutnya, yaitu Presentasi Proposal. Tahap seleksi presentasi proposal akan dilaksanakan pada tanggal 5 -  6 Oktober 2020 yang akan dihadiri langsung oleh para panelis.

Kami ucapkan selamat kepada 15 konsorsium terpilih dan juga terima kasih setulusnya atas partisipasi dan semangat bagi rekan-rekan peneliti yang belum terpilih. 

Berikut nama 15 proposal beserta tim konsorsium yang terpilih untuk memasuki tahap selanjutnya:

1. Judul Proposal
Kajian Performa Pengelolaan Perikanan Karang Pada Wilayah SASI Kampung MENARBU dan AURI Taman Nasional Teluk Cenderawasih Dengan Pendekatan Ecosystem Approach to Fishery Management (EAFM).
Ditulis oleh Nurhani Widiastuti, Fanny F.C. Simatauw, Feronika Manohas, dan Jusup Adrian Jentewo.

2. Judul Proposal
Peran Aktor Dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kabupaten Berau Kalimantan Timur. 
Ditulis oleh Auliansyah, Dr. Aspiany, dan Nurfadilah. 

3. Judul Proposal
Ekonomi Wisata Bahari Berbasis Protokol CHSE Sebagai Responsif Covid-19 (Studi Kasus: Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur).
Ditulis oleh Omega Raya Simarangkir, Ricky, Nani, dan Pratita Budi Utami.

4. Judul Proposal
Studi Kelayakan Usaha Nelayan Kecil dan Pengembangannya Berbasis Konservasi di Pulau Gangga, Bangka dan Talise, Provinsi Sulawesi Utara.
Ditulis oleh Muhammad Nur Arkham, Suci Arisna Ikhsan, Fitroh Dwi A. Hariyoto, dan Elsari Tanjung Putri. 

5. Judul Proposal
Memposisikan Nelayan Orang Asli Papua Dalam Perikanan Skala Kecil di Kabupaten Manokwari; Kajian Aspek Sosial, Budaya, dan Ekonomi Untuk Perumusan Kebijakan Perikanan Tangkap.
Ditulis oleh Prof. Dr. Roni Bawole, Dr. Selvi Tebay, Dr. Ridwan Sala, Dedi Ariana, dan La Ode Alisyah.

6. Judul Proposal 

Analisis Pengembangan Ekonomi Masyarakat Nelayan Pengelola Rumput Laut di Kabupaten Kepuluan Yapen Provinsi Papua.
Ditulis oleh Dr. Halomoan Hujatulu, Muhamad Ismail, dan Amelia Anna Nari.  

7. Judul Proposal
Optimalisasi Kinerja Usaha Perikanan Tangkap dan Penataan Sistem Rantai Pasok Produk Perikanan pada Masa Pandemi COVID19 di Provinsi Sulawesi Tengah.
Ditulis oleh Dr. Alimudin Laapo, Prof. Dr. Diethrich G. Bengen, dan Reagan Hubert Gorbachev Rumambi.

8. Judul Proposal 

Keberlanjutan Perikanan Tangkap Skala Kecil ditinjau dari Aspek Ekonomi di Laut Sulawesi Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tengah.
Ditulis oleh Yeldi S. Adel, Dudi Muhammad Wildan, dan Vera Adelia.

9. Judul Proposal
Analisa Dampak Ekonomi Kawasan Konservasi Perairan Daerah dan Strategi Penguatan Program Ekonomi bagi Masyarakat Sekitar Kawasan.
Oleh Alfiani Eliata Sallata, Akhmad Sholihin, Dr. Yudi Wahyudin, dan Alismi M. Salanggon.

10. Judul Proposal 

Bioeconomic model for small pelagic fishery in Fisheries Management Area (FMA -716) including Sulawesi Waters and North Halmahera.
Oleh Daisy Monica Makapedua, Ph.D., Agus Setiyawan, Dr. Roike Iwan Montolalu, Debriga Putra, dan Yanwar Amri Yasman.

11. Judul Proposal
Model Dinamik Sistem Pengembangan Wisata Bahari Pasca Pandemi Covid 19 Untuk Mendukung Perekonomian Wilayah Pesisir di Kabupaten Manokwari.
Ditulis oleh Dr. Selvi Tebay, Dr. Syafrudin Rahardjo, Maulana Achmad Triyanto, Jemy Pigome, dan Norita Flora Rapami.

12. Judul Proposal

Studi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Kabupaten Gorontalo Utara Menggunakan Pendekatan BIOEKONOMI.
Ditulis oleh Nurul Auliyah, Dr. Faizal Rumagia, dan Adil Sinohaji.

13. Judul Proposal

Kajian Valuasi Ekonomi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.

Ditulis oleh Dr. Unstain N.W.J. Rembet, Prof. Dr. Charles Rene Keppel, Stephanus V. Mandagi, Ph.D., Rio Novel Puasa, dan Ronal Pasundu.

14. Judul Proposal

Analisa Ekonomi Nelayan dan Perikanan Skala Kecil di Kota Tarakan.
Ditulis oleh Syamsidar Gaffar, Dr. Asbar laga, dan Prof. Dr. Sutinah made.

15. Judul Proposal

Kebijakan dan Strategi Pemulihan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pembudidaya Rumput Laut Pasca Pandemi Covid 19 (Studi Kasus pada Desa Galo-Galo, Pulau Morotai).
Ditulis oleh Dr. H. Nanlohy, Dr. Mutmainnah, Dr. Natelda R. Timisela, Dr. Yuliana, Marliani, dan Fitriani