Groundwork Analysis 2022 - 2023

Dates
-
Region & Country
Status
Underway
Duration
6 months 4 weeks
Course Type
One-Year Fellowship

 

CALL FOR PROPOSAL

GROUNDWORK ANALYSIS (GWA) 2022-2023

WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN (WPP): 713, 714, 715 dan 718

 

MENUJU PENERAPAN EKONOMI BIRU

 

WPP 713, 714, 715, & 718

CSF Indonesia telah meluncurkan program fellowship “Groundwork Analysis (GWA)” yang keempat untuk tahun 2022-2023 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713, 714, 715, & 718. Melalui proses seleksi yang kompetitif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan CSF Indonesia akhirnya mengumumkan 10 konsorsium riset dari 6 provinsi yang terpilih untuk menjadi bagian dari program fellowship ini.

Berikut 10 konsorsium yang terpilih untuk program fellowship GWA WPP 713, 714, 715, & 718:

1. Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba, Paulus Hilarius Bangkur, & Maria Maghdalena Diana Widiastuti.

“Model Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan, Kajian Rantai Pasok dan Analisis Pendapatan Nelayan Tuna di Kabupaten Sikka.”

Lokasi: Provinsi Nusa Tenggara Timur

2. Muhammad Yusuf, Andi Samsir, Siswan, & M. Ilyas.

“Peranan Sub Sektor Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan terhadap Pembangunan Wilayah dan Nasional.”

Lokasi: Provinsi Sulawesi Selatan.

3. Randi Kurniawan, Jamaluddin Fitrah Alam, Muhammad Maula Razak, Agus Jaenudin, & A. Wahyu Dwi Saputra.

“Dampak Program Bantuan Benih Rumput Laut terhadap Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Rumput Laut di Provinsi Sulawesi Selatan.”

Lokasi: Provinsi Sulawesi Selatan.

4. Dionisius Bawole, Selfrida Missmar Horhoruw, & Widhya Nugroho Satrioajie.

“Analisa Dampak Larangan Sementara Penangkapan Ikan Madidihang (Thunnus Albacares) dan Larangan Pemasangan Rumpon di Laut Banda, Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 714 Terhadap Efisiensi dan Keberlanjutan Usaha Perikanan Tangkap Tuna di Provinsi Maluku.”

Lokasi: Provinsi Maluku.

5. Rizky Utami, Rakhmat Nurul Prima Nugraha, Rachmat Hidayat, Irfani Baga, Achmad Fuad Fathurrahman, & Anggriani.

“Carbon sequestration by a few marine cultivated macroalgae in South Sulawesi: observation and projection for blue-based carbon trading.”

Lokasi: Provinsi Sulawesi Selatan.

6. Salman Samir, Zulung Zach Walyandra, Amriana, Dandy Eko Prasetyo, Haniek Khoirunnissa Baja, & A. Wahyu Dwi Saputra.

“Dampak Ekonomi Perubahan Iklim Terhadap Sektor Perikanan dan Kelautan di Sulawesi Selatan: Analisis Model Input-Output.”

Lokasi: Provinsi Sulawesi Selatan.

7. Jamaludin Kabalmay, Henny Fitrinawati, Pradina A. Sukirno, & Enggelina Heatubun.

"Analisis Ekonomi Wisata Pesisir dan Laut Berkelanjutan di Pulau Dullah Utara, Kota Tual."

Lokasi: Provinsi Maluku

8. La Ode Muhammad Yasir Haya, Nurhuda Annastasia, La Ode Muhammad Nunsyah, & La Ode Muh. Gunawan Giu.

"Analisis Komprehensif Perikanan Tuna di PPS Kendari dan Pemodelan Implementasi Ekonomi Biru di WPPNRI 714."

Lokasi: Provinsi Sulawesi Tenggara

9. Tri Laela Wulandari, Akhmad Nurhijayat, Ricky Winrison Fuah, Riska Fatmawati, Ismi Musdalifah Darsan, & Sugiharsono.

"Model Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Tuna yang Berkelanjutan di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara."

Lokasi: Provinsi Maluku Utara

10. Nur Indah Sari Arbit, Fadli Syamsudin, Mulihartati Thabrani, Suparjo Razasasli Carong, Erwin, & Dian Lestari.

"Strategi Adaptasi Perubahan Iklim melalui Optimalisasi Sumber Daya Perikanan dan Kelautan sebagai Penguatan Ekonomi Masayarakat Pesisir di WPP 713."

Lokasi: Provinsi Sulawesi Barat

--------

PENDAHULUAN

Membangun kapasitas, kepemimpinan, dan kepedulian bagi change-makers dan pengambil keputusan (policymakers) dalam mengaplikasikan perangkat ilmu ekonomi, system thinking, dan konservasi untuk pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (CSF Indonesia) bekerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melaksanakan Program Ground Work Analysis (GWA) 2022-2023 untuk WPP 713, 714, 715, dan 718 dengan memberikan dukungan pendanaan riset, pelatihan ekonomi, dan pendampingan riset. Program GWA ini merupakan kelanjutan kesuksesan untuk program GWA tiga angkatan sebelumnya yaitu GWA tahun 2018-2019 untuk WPP 711, GWA tahun 2020-2021 untuk WPP 716, 717, dan GWA tahun 2021-2022 untuk WPP 571 & 572. Program GWA merupakan bentuk dukungan nyata CSF Indonesia dan FPIK-IPB kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

KETENTUAN DAN KRITERIA PROPOSAL

1. Program GWA 2022-2023 dikhususkan untuk konsorsium yang dipimpin oleh peneliti dari lembaga penelitian/universitas yang berada dalam area WPP 713, 714, 715, dan 718, dengan beranggotakan akademisi dari lembaga penelitian/universitas, aparatur dari institusi perumus kebijakan seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait, organisasi Lembaga Sosial Masyarakat (NGO), dan juga industri perikanan dan kelautan. Koordinator dan anggota konsorsium adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Tim peneliti dalam satu konsorsium dapat terdiri dari lintas provinsi namun masih berada dalam satu area di WPP 713, 714, 715, dan 718. Peneliti yang berada diluar area WPP tersebut namun memiliki kegiatan penelitian yang terkait dengan WPP 713, 714, 715, dan 718 dapat menjadi anggota dari tim konsorsium.

3. Dalam satu konsorsium, diwajibkan ada satu orang peneliti yang memiliki latar belakang pendidikan dibidang ilmu ekonomi pengelolaan sumberdaya alam. Untuk setiap topik yang dipilih, tim konsorsium diminta mengaitkan proposalnya dengan kerangka besar inisiatif ekonomi biru.

4. Lokasi spesifik penelitian dikhususkan untuk WPP 713, 714, 715, dan 718, mencakup wilayah perairan Selat Makassar,Teluk Bone, Laut Flores, Laut Bali, Teluk Tolo dan Laut Banda, Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Teluk Berau, Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Timor Bagian Timur. Secara administratif mencakup 10 (sepuluh) pemerintah provinsi yang ditargetkan yaitu Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

5. Proposal dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia. Proposal juga harus melampirkan dokumen-dokumen yaitu: (i) Curriculum Vitae (CV) maksimal 1 halaman untuk masing-masing anggota tim konsorsium; (ii) Surat dukungan kegiatan riset dari lembaga terkait misalnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi, atau BAPPEDA Provinsi, atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, atau Koordinator Eksekutif Lembaga Pengelola Perikanan (LPP) di WPP 713, 714, 715, dan 718.

TOPIK PENELITIAN

Topik penelitian yang diusulkan wajib memiliki fokus pada penggunaan perangkat (tools) analisis ekonomi (applied economics) sebagai metode analisis dalam aspek pengelolaan kelautan perikanan dan konservasi di WPP 713, 714, 715, dan 718. Beberapa pilihan analisis ekonomi yang dapat digunakan diantaranya adalah analisis dampak (impact analysis), evaluasi dampak (kuasi experimental, experimental), analisis biaya-manfaat (cost-benefit), valuasi ekonomi, analisis rantai nilai dan pasok, ekonomi kelembagaan, serta pilihan analisis ekonomi lainnya.

Prioritas akan diberikan pada proposal tim konsorsium yang dapat menghasilkan analisis untuk mendukung penyusunan perencanaan, formulasi dan implementasi strategi dan kebijakan pengelolaan bidang kelautan, perikanan dan konservasi di level provinsi dalam konteks/lingkup Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Selain itu, untuk lebih spesifik terkait penerapan pendekatan ekonomi biru (Blue Economy) untuk transformasi ekonomi sumberdaya pesisir dan laut di tingkat lokal, regional dan hubungannya dengan implementasi SDG-14 di level provinsi/kabupaten.

Topik-topik proposal riset harus disesuaikan dengan kebutuhan kebijakan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di WPP 713, 714, 715, dan 718. Beberapa pilihan topik yang sesuai, tapi tidak terbatas pada topik berikut, antara lain:

a) Analisa ekonomi perikanan berkelanjutan (pengelolaan SDI, pemanfaatan berkelanjutan, dan tata kelola perikanan)

b) Analisa ekonomi wisata pesisir dan laut berkelanjutan (conservation-based marine tourism)

c) Analisa ekonomi kelembagaan dan tata kelola kelautan dan perikanan

d) Analisa keterkaitan dinamika ekonomi regional berbasis ekosistem perairan daratan, pesisir dan lautan 

e) Analisa ekonomi ketertelusuran (traceability) dan sertifikasi (ecolabel) produk perikanan

f) Analisa ekonomi polusi laut dan plastik (ekonomi pengelolaan sampah laut)

g) Analisa ekonomi dampak perubahan iklim di sektor kelautan dan perikanan

h) Analisa ekonomi peranan sektor perikanan dan kelautan dalam konteks wilayah/kawasan

i) Analisa ekonomi perdagangan (ekspor-impor) sektor perikanan dan kelautan

j) Analisa ekonomi logistics untuk mendukung perdagangan sumberdaya laut dan pesisir

k) Analisa ekonomi risiko bencana dalam konteks kelautan dan perikanan

l) Analisa sosial ekonomi perikanan budidaya

m) Analisa ekonomi blue carbon

PEMBIAYAAN

Proposal yang terpilih akan didanai maksimum hingga Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Jumlah ini dapat digunakan untuk membiayai kegiatan kerja lapangan, analisis dan pengumpulan data, biaya perjalanan terkait dengan analisis, pelatihan, workshop atau kegiatan serupa, serta honorarium untuk para peneliti tim konsorsium (maksimal 25% dari total anggaran). Pelamar didorong untuk mencari sumber pembiayaan tambahan untuk melengkapi dana hibah penelitian ini.

SELEKSI

Proses seleksi memprioritaskan proposal yang menunjukkan pemahaman yang kuat tentang permasalahan yang akan ditangani, dan pengetahuan teknis tentang pendekatan ekonomi yang akan digunakan. Komposisi tim konsorsium dan kemampuan untuk menyediakan dana penelitian tambahan juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi. Selain itu, penilaian tambahan juga diberikan kepada proposal penelitian yang merupakan bagian dari rencana penelitian tesis/disertasi peneliti konsorsium. Bobot seleksi penilaian adalah sebagai berikut:

Kriteria Penilaian

Bobot Penilaian

Relevansi topik sebagai prioritas pembangunan kelautan dan perikanan di WPP tersebut, pemahaman teknis, dan penguasaan analisis ekonomi yang kuat, serta keterkaitan topik proposal dengan kerangka besar inisiatif ekonomi biru.

65%

Komposisi tim konsorsium: keterwakilan lembaga penelitian/universitas dan lembaga lainnya, komposisi dibidang keahlian (ekonomi SDA), dan peran dari masing-masing anggota tim konsorsium

20%

  Co-financing, proposal riset bagian dari penelitian tesis/disertasi

15%

MENTORING

YSKI/CSF dan FPIK-IPB akan memberikan dukungan teknis berupa mentoring dalam pelaksanaan penelitian hingga selesai. Para mentor dipilih berdasarkan pengalaman dan pemahaman mendalam tentang konteks topik penelitian dari tim konsorsium yang terpilih.

TATA WAKTU DAN TANGGAL PENTING

Call for proposals

12 September 2022

Deadline pengiriman proposal

20 Oktober 2022

Seleksi proposal (dua tahap proses seleksi, wawancara)

21 Okt – 2 Nov 2022

Pengumuman proposal terpilih

4 November 2022

Pelatihan ekonomi dan kebijakan kelautan perikanan

21 - 26 November 2022

Lama waktu pelaksanaan program GWA 2022/23

Desember 2022 – Juni 2023

Para pelamar yang tertarik mengikuti program ini dapat mengunduh formulir proposal penelitian di link berikut: https://linktr.ee/gwa2022 kemudian mengisi dan mengirimkannya ke alamat email: [email protected], selambat-lambatnya tanggal 20 Oktober 2022, pukul 22.00 WIB, dengan judul email: Proposal GWA 2022-2023.

Konsorsium tim peneliti yang terpilih akan diundang untuk mengikuti pelatihan ekonomi dan kebijakan kelautan perikanan dalam konteks pembangunan berkelanjutan yang direncanakan sekitar bulan November 2022. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia seleksi di email: [email protected]  

 

Partners

Bogor Agricultural University, Faculty of Fisheries and Marine Sciences (FPIK-IPB)

CSF and FPIK-IPB work together to promote mutual research cooperation and develop scientific capabilities in the fields of marine studies and fisheries sciences in Indonesia. Research focuses on developing methods & techniques for marine and fisheries resources management, marine and fisheries ecosystem valuation, marine policy and governance, and socio-economic instruments for developing marine and fisheries sectors in the Indonesian Fisheries Management Region.

Application deadline