Groundwork Analysis 2021

Dates
-
Region & Country
Status
Completed
Duration
2 months 2 weeks
Course Type
One-Year Fellowship

GROUNDWORK ANALYSIS 2021 

WPP 571 & 572

CSF Indonesia telah meluncurkan program fellowship “Groundwork Analysis (GWA)” yang ketiga untuk tahun 2021-2022 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 571 & 572. Melalui proses seleksi yang kompetitif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan CSF Indonesia akhirnya mengumumkan 6 konsorsium riset dari 6 provinsi yang terpilih untuk menjadi bagian dari program fellowship ini.

Berikut 6 konsorsium yang terpilih untuk program fellowship GWA WPP 571 & 572:

  1. Haekal Azief Haridhi, Yopi Ilhamsyah, Syafruddin, Adrian Damora, Hafinuddin, Hafiandi, & Arie Muhardy.

Analisis Ekonomi dan Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Nelayan Kecil dengan Target Tangkapan Ikan Tuna Yellowfin di WPP 571 dan 572.”

(Economic Analysis and Adaptation Strategies for Climate Change Impacts on Small Fishers Targeting Yellowfin Tuna in FMA 571 and 572.)

Lokasi: Provinsi Aceh

  1. Indra Gumay Yudha, Thomas Nugroho, Muhammad Karim, & Makmur Hidayat.

“Tata niaga rajungan di wilayah pesisir timur Provinsi Lampung.”

(Crab Trading System in the East Coast of Lampung Province.)

Lokasi: Provinsi Lampung.

  1. Deni Efizon, Bintal Amin, Dessy Yoswaty, Trisla Warningsih, Alit Hindri Yani, & Herimufty.

“Analisis Sosial Ekonomi Suaka Perikanan Terubuk Di Perairan Bengkalis, Riau Untuk Perikanan Berkelanjutan.”

(Socio-Economic Analysis of the Terubuk Fisheries Sanctuary in Bengkalis Waters, Riau, for Sustainable Fisheries.)

Lokasi: Provinsi Riau.

  1. Zamdial, Musriyadi Nabiu, Ridha Rizki Novanda, Dede Hartono, Yar Johan, Yudan Harto, & Ari Anggoro.

Strategi Pengembangan Marine Edu-Park Tapak Paderi Berbasis Ekonomi integrasi pada Kawasan Konservasi Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu.”

(Development Strategy for Marine Edu-Park Tapak Paderi Based on Economic Integration on the Tikus Island Marine Conservation Area, Bengkulu City.)

Lokasi: Provinsi Bengkulu.

  1. Yuerlita, Rudi Febrimansyah, Melinda Noer, Ria Oktorina, & Johanres Daulay.

Analisis sosial-ekonomi nelayan skala kecil di wilayah perairan barat Sumatera.”

(Socio-economic Analysis Of Small-scale Fishers In The Western Waters Of Sumatra.

Lokasi: Provinsi Sumatera Barat.

  1. Ricky Winrison Fuah, Windarti, Nursamsi, Bastian Putrayadi Silalahi, Afran Rouzani Pulungan, & Joko Samiaji.

“Implementasi Traceability Perikanan Tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga.”

(Implementation of Tuna Fishery Traceability at the Sibolga National Fishery Port.)

Lokasi: Provinsi Sumatera Utara.

--------

WPP 571 & 572

Program Groundwork Analysis (GWA) 2021 merupakan program kerjasama antara Conservation Strategy Fund (CSF) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University. Untuk membangun kapasitas dan kepemimpinan (leadership) para peneliti (researcher) dan pengambil keputusan (policymakers) dalam menggunakan perangkat ilmu ekonomi dan konservasi untuk pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. CSF dan FPIK-IPB University kembali melaksanakan Program Groundwork Analysis (GWA) 2021-2022 untuk WPP 571 dan WPP 572 dengan memberikan dukungan pendanaan riset dan pelatihan. Program GWA ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program GWA dua angkatan sebelumnya yaitu GWA tahun 2018-2019 untuk WPP 711 dan GWA tahun 2020-2021 untuk WPP 716 dan WPP 717. Program ini juga merupakan dukungan CSF dan FPIK-IPB kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

KETENTUAN DAN KRITERIA PROPOSAL

1.    Program GWA 2021-2022 dikhususkan untuk konsorsium yang dipimpin oleh peneliti dari lembaga penelitian/universitas yang berada dalam area WPP 571 dan WPP 572, dengan beranggotakan akademisi dari lembaga penelitian, aparatur dari institusi perumus kebijakan seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait, maupun dari organisasi Lembaga Sosial Masyarakat dan juga industri perikanan dan kelautan. Koordinator dan anggota konsorsium adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.    Tim peneliti dalam satu konsorsium dapat terdiri dari lintas provinsi namun masih berada dalam satu area di WPP 571 dan WPP 572. Peneliti yang berada diluar area WPP tersebut namun memiliki kegiatan penelitian yang terkait dengan WPP 571 dan WPP 572 dapat menjadi anggota dari tim konsorsium.

3.   Dalam satu konsorsium, diwajibkan ada satu orang peneliti yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang ilmu ekonomi terkait pengelolaan sumberdaya alam.

4.    Lokasi spesifik penelitian dikhususkan untuk WPP 571 dan WPP 572, mencakup wilayah perairan Selat Malaka, Laut Andaman, wilayah perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Selat Sunda. Secara administratif terdiri dari 6 (enam) pemerintah provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.

5.  Proposal ditulis dalam Bahasa Indonesia. Proposal juga harus melampirkan dokumen-dokumen yaitu: (i) Curriculum Vitae (CV) maksimal 1 halaman untuk masing-masing anggota tim konsorsium; (ii) Surat dukungan kegiatan riset dari lembaga terkait misalnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi, atau BAPPEDA Provinsi, atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, atau Koordinator Eksekutif Lembaga Pengelola Perikanan (LPP) di WPP 571 dan WPP 572.

TOPIK PENELITIAN

Topik penelitian yang diusulkan wajib memiliki fokus pada penggunaan perangkat (tools) analisis sosial-ekonomi sebagai metode analisis dalam aspek pengelolaan perikanan dan konservasi laut di WPP 571 dan WPP 572. Beberapa pilihan analisis ekonomi yang dapat digunakan diantaranya adalah bioekonomi, analisis dampak (impact analysis), analisis biaya-manfaat (cost-benefit), valuasi ekonomi, analisis rantai nilai dan pasok, makro ekonomi, ekonomi pembangunan, atau analisis ekonomi lainnya yang sesuai.

Prioritas akan diberikan pada proposal tim konsorsium yang dapat menghasilkan analisis untuk mendukung penyusunan perencanaan, implementasi strategi kebijakan dan atau analisis dampak kebijakan pengelolaan bidang kelautan, perikanan dan konservasi di level provinsi dan atau dalam konteks/lingkup Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Topik-topik proposal riset harus disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di WPP 571 dan WPP 572. Beberapa pilihan topik yang sesuai, tapi tidak terbatas pada topik berikut, antara lain:

a)   Analisa ekonomi dan sosial dalam konteks perikanan skala kecil, contoh kemiskinan dll

b)   Analisa ekonomi polusi laut dan plastik

c)   Analisa ekonomi kawasan konservasi

d)   Analisa ekonomi dan pemulihan sektor perikanan dan kelautan dari COVID-19

e)   Analisa ekonomi dampak perubahan iklim di sektor kelautan dan perikanan

f)    Analisa ekonomi program ketertelusuran (traceability) produk perikanan

g)   Analisa ekonomi sertifikasi (ecolabel) produk perikanan

h)   Analisa ekonomi peranan sektor perikanan dan kelautan dalam konteks wilayah/kawasan

i)    Analisa ekonomi perdagangan (ekspor-impor) sektor perikanan dan kelautan

j)    Analisa dampak ekonomi dari pembangunan sektor perikanan dan kelautan

k)   Analisa ekonomi perikanan darat

 

PEMBIAYAAN

Proposal yang terpilih akan didanai maksimum hingga Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Jumlah ini dapat digunakan untuk membiayai kegiatan kerja lapangan, analisis dan pengumpulan data, biaya perjalanan terkait dengan analisis, pelatihan, workshop atau kegiatan serupa, penulisan laporan, seminar atau publikasi hasil penelitian. Selain itu, dana bantuan riset dapat digunakan sebagai honorarium peneliti tim konsorsium (maksimal 25% dari total anggaran). Pelamar didorong untuk mencari sumber pembiayaan tambahan untuk melengkapi dana hibah penelitian ini, jika ada atau menjadi nilai tambahan buat proposal tersebut.

SELEKSI

Proses seleksi memprioritaskan proposal yang menunjukkan pemahaman yang kuat tentang permasalahan yang akan ditangani, dan pengetahuan teknis tentang pendekatan ekonomi yang akan digunakan dan relevansi antara tema riset dengan prioritas pembangunan kelautan dan perikanan di WPP 571 dan WPP 572. Komposisi tim konsorsium dan kemampuan untuk menyediakan dana penelitian tambahan juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi. Selain itu, penilaian tambahan juga diberikan kepada proposal penelitian yang merupakan bagian dari rencana penelitian tesis/disertasi peneliti konsorsium. Bobot seleksi penilaian adalah sebagai berikut::

Kriteria penilaian

Bobot penilaian

Relevansi topik sebagai prioritas pembangunan kelautan dan perikanan di WPP tersebut, pemahaman teknis dan penguasaan analisis ekonomi yang kuat

65%

Komposisi tim konsorsium: keterwakilan lembaga penelitian/universitas dan lembaga lainnya, dan komposisi bidang keahlian dan peran dari masing-masing anggota tim konsorsium

20%

Co-financing, proposal riset bagian dari penelitian tesis/disertasi

15%

MENTORING

CSF dan FPIK-IPB akan memberikan dukungan teknis berupa mentoring dengan mengundang dosen dari FPIK-IPB, UI, dan peneliti dari KKP selama proses pelaksanaan penelitian hingga selesai. Para mentor dipilih berdasarkan pengalaman dan pemahaman mendalam tentang konteks topik penelitian dari tim konsorsium yang terpilih. 

DEADLINE DAN TANGGAL PENTING

Proposal penelitian dikirimkan paling lambat 18 Agustus 2021 pukul 22.00 WIB.

Proses seleksi

Tanggal

Call for proposal

8 Juli 2021

Tenggat waktu penerimaan proposal

18 Agustus 2021

Proses seleksi proposal*

19 Agustus – 9 September 2021

Pengumuman proposal terpilih

13 September 2021

Masa penelitian

20 September 2021 - 19 April 2022

*Catatan: Akan ada dua tahap seleksi pada periode 19 Agustus - 9 September termasuk wawancara. Proposal terpilih yang memerlukan revisi lebih lanjut akan diinformasikan oleh tim seleksi.

Para pelamar yang tertarik mengikuti program ini dapat mengunduh formulir proposal penelitian di link berikut: https://bit.ly/FormGWA2021-2022 kemudian mengisi dan mengirimnya ke alamat email: [email protected] selambat-lambatnya tanggal 18 Agustus 2021.

Konsorsium tim peneliti yang terpilih akan diundang untuk mengikuti Pelatihan Ekonomi untuk Konservasi Kelautan dan Pembangunan Berkelanjutan yang direncanakan pada bulan Oktober 2021 secara virtual (online). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia seleksi di email: [email protected].